Sapa bilang robot cuman dibuat dari besi atau bahan metal lainnya..
November 13, 2007
Selasa, 13/11/2007 – 16:01 WIB
Bodi Robot, Tempurung Kelapa pun Jadi
Sarie Novian – Okezone
JAKARTA – Imej robot selalu dihubungkan dengan materi besi dan elektronik. Ternyata tempurung kelapa pun dapat digunakan sebagai materi dasar robot.
Dalam presentasi perkembangan teknologi robot Indonesia di kantor Kementerian Kominfo, Senin (12/11/2007) kemarin, para pejabat Robotic Organizing Committe Indonesia (ROCI) mengungkapkan betapa negara luar, khususnya Korea, menganggap Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, khususnya dari segi software dan hardware.
“Robot itu tidak selalu diidentikkan dengan material yang bermerk. Sampah elektronik bisa dimanfaatkan untuk menjadi bahan dasar robot. Bahkan tempurung kelapa pun bisa dijadikan bodi robot,” ujar General Chairman ROCI, Santoso Gondowidjojo.
Ia menjelaskan bahwa sejatinya robot dapat dikategorikan ke dalam tiga jenis berdasarkan komponen mayoritas pendukungnya. Untuk robot dengan mayoritas komponen mekanikal mereka menyebutnya dengan Dumb Robot. “Karena robot jenis ini tidak memiliki inisiatif untuk bergerak. Kita yang menggerakkan,” jelasnya.
Lain dengan dump robot, jika robot memiliki 60 persen komponen elektronik maka ia dapat disebut dengan Autonomous Robot. “Ia bisa bergerak dengan panduan karena komponennya full elektronik,” tandasnya.
Kategori terakhir merupakan yang paling banyak beredar di dunia saat ini. Robot ini dinilai sangat canggih karena memiliki kemampuan intelegensia yang cukup untuk mengendalikan semua komponen yang ada dalam tubuhnya. “Untuk intelligent robotic dikuasai 80 persennya dari software. Nantinya software tersebut yang akan berfungsi sebagai otak,” terang Santoso.
Software yang mendominasi membuat bodi dalam suatu robot dapat berasal dari materi apa saja, mulai dari sampah elektronik hingga tempurung kelapa. Banyaknya sampah elektronik di Indonesia membuat produksi robot menjadi salah satu usaha alternatif untuk mendaur ulang sampah elektronik. Jika memang materi tersebut menjadi suatu yang langka dan mahal, alternatif tempurung kelapa masih memungkinkan. Bahkan sumber daya alam lainnya dapat dimanfaatkan.
Ke depan, Santoso dan kawan-kawan dalam komite robot Indonesia, sangat yakin bahwa Indonesia mampu menjadi salah satu negara produsen robot sehingga industri ini mampu menjadi lahan baru yang akan mengangkat perekonomian Indonesia.
(srn)